Tuesday, January 28, 2020

The Tielman Brothers

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik tertua asal Indonesia. 
Mereka adalah anak dari Herman Tielman dan Flora Lorine Hess, asal kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. 
Musik mereka beraliran Rock n Roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, memiliki akar Keroncong dengan makanan khas kesukaan mereka yaitu Kocor, makanan asli Madura. 
The Tielman Brothers merupakan band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. 
Mereka adalah salah satu perintis Rock n Roll di Belanda. 
Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones. 

The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta, dihadapan Presiden Soekarno. 

Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. 

Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. 

Di Indonesia sendiri, nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing. 


The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran Rock sebelum The Beatles. 

Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass dan drum yang menawan. 

Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah mempopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix. 

Andy Tielman dan seluruh keluarganya berasal dari Timor. 

Waktu mereka kecil, nama band mereka The Timor Tielman Brothers. 

Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, di mana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. 

Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumah Surabaya.

Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. 

Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum dan Andy mempelajari gitar. 

Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum, dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag

Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda. 

Prabu Kertanegara, pemimpin Kerajaan Singhasari, memotong telinga Meng Khi, utusan Kubilai Khan, Mongol.

Kubilai Khan, penguasa Mongol, mengirim utusan ke banyak negara untuk meminta mereka tunduk di bawah kekuasaannya dan membayar upeti. 

Meng Khi, salah satu utusannya yang dikirim ke Jawa, tidak diterima dengan baik di Jawa. Penguasa Kerajaan Singhasari, Kertanegara, tidak bersedia tunduk kepada Mongol. 

Kertanegara lalu mengecap wajah sang utusan dengan besi panas seperti yang biasa dilakukan terhadap pencuri, memotong telinganya dan mengusirnya secara kasar.

Kubilai Khan sangat terkejut dengan kejadian tersebut. 

Pada tahun 1292, dia pun memerintahkan dikirimkannya ekspedisi untuk menghukum Kertanegara, yang dia sebut orang barbar. 

Serangan ini juga memiliki tujuan lain. Menurut Kubilai Khan, jika pasukan Mongol mampu mengalahkan Jawa, negara-negara lain yang ada di sekitarnya akan tunduk dengan sendirinya. 

Dengan begitu, Dinasti Yuan Mongol dapat menguasai jalur perdagangan laut Asia, karena posisi geografis Nusantara yang strategis dalam perdagangan. 

Berdasarkan naskah Yuan shi, yang berisi sejarah Dinasti Yuan, 20.000-30.000 prajurit dikumpulkan dari Fujian, Jiangxi dan Huguang di Tiongkok selatan, bersama dengan 1.000 kapal serta bekal untuk satu tahun. 

Pemimpinnya adalah Shi-bi (orang Mongol), Ike Mese (orang Uyghur) dan Gaoxing (orang Tiongkok) 

Sementara itu, setelah mengalahkan Kerajaan Sriwijaya di pada tahun 1290, Kerajaan Singhasari menjadi kerajaan terkuat di daerah itu. 

Akan tetapi Jayakatwang, Adipati di Kediri, negara asal Singhasari, memberontak dan berhasil membunuh Kertanagara. Sebagian besar kerabat dan bekas keluarga kerajaan membencinya. 

Menantu Kertanegara, Raden Wijaya, diampuni oleh Jayakatwang dengan bantuan Arya Wiraraja. 

Raden Wijaya kemudian diberi tanah hutan tarik. 

Dia membuka hutan itu dan mendirikan sebuah desa di sana. 

Desa itu diberi nama Majapahit, yang diambil dari nama buah Maja yang memiliki rasa yang sangat Pahit. 

Prabu Kertanegara sebenarnya mempunyai cita-cita yang sama seperti Gajah Mada, menyatukan Nusantara. 

Pada saat niat mulianya tersebut ingin dilaksanakan, datang utusan dari Mongol yang meminta Jawa takluk pada Mongol. 

Prabu Kertanegara pitam. 

Utusan Mongol itu, Meng Khi, bahkan dirusak wajahnya dan disuruh kembali menghadap kaisarnya “bilang sama rajamu, Singhasari tak sudi dijajah Cina” 

Keberanian Kertanegara tidak sembarangan. Membayangkan Mongol yang sudah menguasai 3/4 dunia. 

Oleh karena itu Kertanegara melakukan ekspansi kekuatan ke seluruh Nusantara. Khususnya menggalang kekuatan politik di sebelah barat Nusantara, ke Kerajaan Melayu, menghabiskan sisa-sisa Sriwijaya, Campa dan sebagainya. 

Gerakan ini dikenal dengan ekspedisi PaMalayu. 

Ketika Prabu Kertanegara melakukan ekspedisi PaMalayu, dia lupa bahwa ada musuh dari keturunan bangsawan asli Kediri, yaitu Jayakatwang. 

Sebenarnya, nenek moyang Kertanegara bukan seorang bangsawan, tetapi preman pasar bernama Ken Arok yang berhasil merebut kekuasaaan dari nenek moyang Jayakatwang. 

Dendam lama ini rupanya tak putus. Jayakatwang memberontak saat pasukan Singhasari banyak dikirim ke ekspedisi PaMalayu. 

Jayakatwang berhasil menghancurkan Singhasari. Namun Jayakatwang tidak membabat habis keluarga Kertanegara. 

Ada menantu Kertanegara yang bernama Raden Wijaya yang dibuang ke hutan tarik. 

Dia juga membiarkan ke 4 putri Kertanegara masih bernapas.

Diam-diam, Raden Wijaya dendam. Dia menyusun kekuatan sendiri. 

Ketika Jayakatawang lengah karena kekuasaan barunya, pasukan Mongol datang lagi. Tujuannya ingin menggantung raja Jawa. 

Mereka sama sekali tidak tahu sudah terjadi pergantian kekuasaan di Jawa. 

Bukan lagi Kertanegara yang berkuasa, tapi Jayakatwang. Mereka tidak tahu bahwa bukan Jayakatwang yang motong telinga Meng Khi. 

Raden Wijaya yang berani dan cerdik, merasa ada peluang untuk menjaga kedaulatan Jawa dari Jayakatwang. 

Raden Wijaya mengajak pasukan Mongol untuk mencari Jayakatwang. Dalam sekejap pertempuran pertempuran berjalan dengan hasil Jawa kalah telak dari Mongol. 

Mongol membawa Jayakatwang ke laut Jawa. Disana Jayakatwang digantung. 

Tentara Mongol bersuka-cita karena berhasil mengambil alih tanah Jawa. Mereka berpesta pora, mabuk-mabukan berhari-hari lamanya.

Disaat Raden Wijaya melihat pasukan Mongol ini sudah masuk ke fase mabuk kemenangan, dia masuk menyerang dengan kekuatan penuh untuk menghancurkan pasukan Mongol. 

Dengan kekuatan yang sebenarnya tak seberapa tetapi dimenangkan penguasaan wilayah, pasukan Mongol terbunuh. 

Ini adalah kekalahan Mongol yang paling memalukan sepanjang sejarah. 

Raden Wijaya kemudian memproklamasikan Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan baru yang berasal langsung dari Singhasari. 

Sebagai upaya pengamanan, Raden Wijaya lantas mengawini ke empat putri Kertanegara. Maka dialah satu satunya saat itu yang paling berhak menduduki tahta Jawa.

Panglima Mongol yang sudah kehilangan sedikitnya 3000 tentara dan dipengaruhi dengan iklim tropis yang lembab dan panas, memutuskan untuk berlayar kembali ke tanah Mongol dengan berbekal emas, budak dan hasil rampasan perang lainnya dari tanah Jawa. 

Namun setelah ia kembali dengan sisa tentaranya, Kubilai Khan menjadi marah besar setelah mendengar cerita ekspedisinya. Panglima Mongol tersebut diberi hukuman 16 cambukan dan setengah dari kekayaannya disita kerajaan. 

Monday, January 27, 2020

Drunken Master (Jurus Mabuk)

Anda pasti pernah menonton film kungfu yang dibintangi aktor Jackie Chan yang berjudul Drunken Master. 
Film tersebut menampilkan gerakan kungfu seperti orang yang sedang mabuk. 
Kungfu tersebut bernama ZUI QUAN atau biasa di Indonesia dikenal dengan JURUS MABUK. 
Kungfu ini merupakan kungfu yang sudah tua dan bisa ditelusuri hingga ke sekte budha dan taoisme. 
Untuk sekte budha, bisa ditelusuri hingga ke kuil shaolin. 
Sedangkan sekte taoisme didasarkan atas legenda 8 dewa. 
Diantara semua jenis kungfu Cina, JURUS MABUK memilki mekanisme tubuh yang tidak biasa diantara kungfu jenis lainnya. 
Hal ini karena JURUS MABUK menggunakan semua anggota tubuh untuk menyerang
dan bertahan, bahkan anggota tubuh yang paling tidak biasa. 
JURUS MABUK dianggap sebagai jenis kungfu tingkat lanjut oleh para ahli kungfu, dikarenakan kerumitan gerakannya. 

JURUS MABUK memiliki konsep unik yang dinamakan “dada kosong, perut penuh anggur” yang tersalurkan ke seluruh tubuh dan menghasilkan energi melalui gerak. 

Dalam JURUS MABUK menggunakan berat dan momentum seluruh tubuh terhuyung-huyung dan tiba-tiba melepaskan kekuatan dari posisi yang tidak biasa. 
Selain itu JURUS MABUK memiliki gerakan tubuh mengalir dengan mengedepankan transisi dari satu gerak tubuh ke gerak tubuh yang lain. 

Jika kita melihat orang yang menggunakan JURUS MABUK, kita akan melihat kalau gerakannya tidak seimbang, walaupun pada hakikatnya orang yang menguasai kungfu ini akan memiliki keseimbangan yang luar biasa kecuali dia menjatuhkan dirinya sendiri. 

JURUS MABUK membutuhkan dasar yang kuat, kelincahan dan fleksibilitas tubuh yang sangat baik sehingga menjadikan kungfu ini salah satu beladiri kungfu tingkat lanjut. 

Sementara dalam kisah-kisah fiksi dikatakan kalau JURUS MABUK dilakukan saat benar-benar mabuk, namun pada dasarnya teknik Zui Quan yang asli tidak dilakukan dalam keadaan mabuk, namun dalam keadaan pura-pura mabuk dengan gerakan-gerakan yang sangat akrobatik dan membutuhkan tingkat keseimbangan tubuh yang tinggi. 

Pada berbagai JURUS MABUK, postur tangan yang seperti capit merupakan cerminan seolah kalau yang menggunakan kungfu tersebut sedang memegang gelas kecil yang biasa digunakan untuk minum anggur. 

Di dalam sekte taoisme, JURUS MABUK didasarkan pada legenda 8 dewa. 
Di Indonesia, kungfu ini dikenal dengan kungfu Dewa Mabuk dan memiliki sekitar 8 rangkaian jurus, yang masing-masing jurus mewakili 8 karakter dewa tersebut. 

Ke 8 Dewa tersebut adalah : 

1.  
Lu Dongbin, pemimpin dari 8 dewa. 
Lu Dongbin memiliki karakter sebagai pembasmi arwah jahat dengan pedang di punggungnya. Tubuhnya miring ke belakang untuk mengelabui musuh. 

2. 

Li Tieguai, atau Li si pincang yang berjalan menggunakan tongkat besi. Menggunakan tipuan seolah pincang untuk mengelabui lawan.

3. 

Han Zongli, dewa yang paling kuat. Membawa kendi besar anggur dan menyerang musuh menggunakan kekuatannya.

4. 

Lan Caihe, memiliki jenis kelamin yang tidak jelas. Membawa keranjang bambu, menggunakan gerakan pinggangnya, menyerang menggunakan gerakan-gerakan feminim. 

5.   

Zhang Guolao, si orang tua. 
Menaiki keledai, menggunakan keledainya untuk melakukan tendangan. 

6.  

Cao Guojiu, yang paling muda diantara 8 dewa. 
Cerdik dan petarung yang memiliki emosi stabil. Dia akan menyerang lawan menggunakan kuncian, patahan, menyerang titik-titik yang mematikan dan bagian-bagian lunak pada musuh (titik-titik akupuntur/dian xue) 

7. 

Han Xiangzi, dewa peniup seruling. 

8. 

He Xiangu, dikenal juga dengan Nona He. Menggoda lawan untuk menutupi jarak serangannya yang pendek. 
Menghindari lawan menggunakan putaran pinggangnya yang indah. 

Bakoel Koffie

Bakoel Koffie adalah kedai kopi lokal tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1878 di Batavia
Pada tahun 2010, kedai kopi ini telah memiliki 5 cabang di kawasan CikiniSenopatiBintaroKelapa Gading dan Kuningan. 

Sejarah Bakoel Koffie dimulai pada abad ke-19, ketika seorang imigran dari Cina Selatan, Guangdong, yang bernama Liauw Tek Soen dan istrinya yang merupakan penduduk Indonesia asli mendirikan sebuah warung nasi. 

Berlokasi di Molenvliet Oost (sekarang Jalan Hayam Wuruk

warung nasi tersebut ramai dikunjungi oleh pengayuh becak. Dikarenakan letak warung tersebut yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya, maka warga lebih sering mengenalnya dengan sebutan "Warung Tinggi" 

Sejak tahun 1987, tamu-tamu yang datang lebih menyukai kopi yang dijual Liauw Tek Soen dibandingkan masakan di warung tersebut. 

Sejak lama, Liauw Tek Soen membeli biji kopi dari seorang wanita yang membawanya dengan bakul. Liauw Tek Soen menggunakan kayu bakar untuk memanggang biji kopi tersebut dan menyeduhnya untuk para tamu. Pada tahun 1927, Liauw Tek Soen mendirikan pabrik kopi pertama di Weltevreden yang dinamakan Tek Soen Hoo, Eerstee Weltrever-denschee Koffiebranderij. 

Dua tahun kemudian, dia menyerahkan usaha keluarga tersebut ke anaknya Liauw Tek Siong. 

Para pelanggan toko kopi ini telah meluas, tidak hanya penduduk lokal dan Tionghoa, tetapi juga orang Belanda, Arab dan Jepang. 

Pada tahun 1930, Bakoel Koffie pertama kali mengekspor bubuk kopi ke Belanda dan pelanggan dapat memesan campuran biji robusta dan arabika

Ketika Tek Soen Hoo merayakan ulang tahun ke-60, tahun 1938, toko tersebut telah mengembangkan metode memanggang biji kopi dengan rotating drum, tetapi tetap menggunakan kayu bakar. 

Perayaan ulang tahun tersebut diisi dengan memberikan makanan enak kepada pengunjung dan mereka juga boleh meminum kopi sebanyak yang mereka inginkan. 

Tahun 1969, usaha kopi ini diteruskan oleh anak Wudjan Widjaja yaitu Darmawan Widjaja. 

Hingga tahun 1994, Darmawan bersama ketiga saudaranya mengelola bisnis keluarga tersebut. 

Selanjutnya pada tahun 1970, kopi tersebut juga diekspor ke Jepang dan Timur Tengah. Pada 1972, kemasan kopi beralih dari kertas coklat menjadi alumunium foil. 

Pada tahun 1978, toko kopi ini menyelenggarakan perayaan ulang tahun ke 100 di Gelora Senayan, Jakarta Pusat.

Pada 2001, anak Darmawan Widjaja yaitu Syenny dan Hendra Widjaja, meneruskan usaha keluarga tersebut dengan menggunakan merk Bakoel Koffie sebagai nama toko kopi mereka dan logo yang diperkenalkan adalah wanita berkain sarung membawa bakul bambu di kepalanya. 

Logo ini sedikit berbeda dengan logo Warung Tinggi, suatu toko kopi yang dikembangkan oleh Rudy Widjaja. 

Syenny yang dulunya bekerja sebagai konsultan marketing di Unilever dan Coca-Cola berperan memasarkan produk kopi tersebut. Sedangkan Hendra yang telah dilatih oleh ayahnya sejak tahun 1986 menangani bagian produksi kopi. 

Setelah kematian Wudjan Widjaja pada tahun 1978, empat dari 11 anaknya yang melanjutnya usaha kopi adalah Suyanto di bagian produksi dan penjualan, Darmawan di bagian produksi dan pembelian bahan mentah, Yanti di bagian akuntansi dan keuanganan, serta Rudy di bagian administrasi dan pemasaran. 

Pada pertengahan 1990-an, keluarga Widjaja memutuskan untuk membagi harta keluarga. Darmawan mendapatkan gedung di Jl. Hayam Wuruk, Rudy mendapatkan hak atas nama dan bisnis Warung Tinggi, sedangkan keluarga lainnya mendapatkan warisan uang. 

Rudy terus mengembangkan usaha kopi keluarga tersebut dengan nama Warung Tinggi di jalan Batu Jajar no. 35 B, Hayam Wuruk. 

Toko tersebut kini diteruskan oleh putrinya yang bernama Angelica Widjaja. 

Meskipun Tek Sun Ho telah berkembang menjadi dua merk toko kopi yang berbeda, namun menurut keluarga Widjaja, tidak ada persaingan bisnis di antara Warung Tinggi dan Bakoel Koffie. 

Sunday, January 26, 2020

Kisah penyakit Tho'un, Black Death dan Kolera di Batavia

Johny Indo

Johanes Hubertus Eijkenboom atau lebih populer dengan nama Johny Indo (lahir di Garut6 November 1948 – meninggal di Jakarta26 Januari2020) awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta dan sekitarnya pada era tahun 1970 yang dilakukan pada siang hari bersama kelompok Pacinko (Pasukan Cina Kota) 
Aksi paling terkenal Johnny Indo adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979. 

Johny Indo berhasil ditangkap di Sukabumi setelah kelompok Pacinko lebih dulu ditangkap. 

Johny Indo kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke penjara Nusakambangan

Namun baru tiga tahun menjalani hukuman, ia dan gerombolan yang berjumlah 34 orang, berusaha melarikan diri dari Nusakambangan, tetapi kemudian ia berhasil ditangkap setelah bertahan selama 12 hari. 

Setelah bebas, ia sempat bermain dalam sejumlah film, yang salah satunya mengangkat kisah dirinya dalam film Johny Indo pada tahun 1987. 

Kemudian ia menjadi pendakwah. 

Friday, January 24, 2020

Jam Pasir

Jam pasir adalah perangkat untuk mengatur waktu. 
Terdiri dari dua tabung gelas yang terhubung dengan sebuah tabung sempit. 
Salah satu tabung diisi dengan pasir, dan mengalir melalui tabung sempit ke tabung dibawahnya dengan laju yang teratur. 
Ketika pasir telah mengisi penuh tabung bawah, alat ini bisa dibalik sehingga dapat digunakan kembali sebagai pengatur waktu. 

Awal mula penemuan jam ini diawali oleh jam matahari yang digunakan oleh orang Mesir Kuno pada tahun 2.000 Sebelum Masehi. 
Jam matahari ini dilengkapi dengan gnomon, besi yang diletakkan di tengah-tengah jam, dan saat matahari bersinar, bayangan gnomon akan menunjukkan waktu saat itu.

Sebagai penemuan pertama, jam matahari ini mempunyai kelemahan, yaitu hanya dapat menunjukkan waktu jika matahari bersinar saja.

Setelah jam matahari, bangsa Mesir Kuno kembali mengembangkan penemuan jam dengan membuat jam pasir pada tahun 1.300 Sebelum Masehi.

Pasir yang dimasukkan ke dalam wadah kaca berbentuk angka delapan ini akan menentukan waktu tertentu dan akan dimulai saat pasir di tabung bagian atas habis dan memenuhi tabung bagian bawah. 

Jam pasir

Pada abad ke-15, orang-orang mengandalkan bunyi lonceng gereja dan lonceng yang dimiliki kota untuk membantu mereka bangun tidur dan memulai aktivitas.

Galileo kemudian menemukan jam pendulum, yang kemudian disempurnakan oleh Christiann Huygens pada tahun 1657 dan menjadi jam paling akurat saat itu. 

Di abad ke-16, produksi jam sudah dimulai di Swiss yang dikerjakan oleh para pengungsi dari Perancis dan Italia.

Selama lebih dari 500 tahun, jam yang diproduksi di Swiss ini selalu diperbarui dalam hal ketepatan waktunya.

Karena penemuan jam dianggap sebagai sesuatu yang menakjubkan, pada akhir abad ke-16, jam menara yang ada di kota merupakan kebanggan yang dimiliki sebuah kota.

Bahkan, banyak orang yang berkumpul di sekitar jam besar hanya untuk mengagumi jam tersebut. 

Jam tangan yang praktis dan dipakai banyak orang saat ini, ditemukan oleh seorang tukang kunci asal Jerman pada tahun 1510.

Pada awalnya, jam yang dibuat oleh Peter Henlein ini bukan berbantuk jam tangan, tapi merupakan jam saku  

Karena jam buatannya yang dinilai bagus, Peter Henlein pun kemudian diminta untuk membuat jam menara yang besar untuk kastil Lichtenau di Jerman.