Tuesday, October 27, 2020

mira lesmana


Wikipedia

Mira Lesmanawati (lahir di Jakarta8 Agustus 1964; umur 56 tahun) adalah salah seorang produser film asal Indonesia yang menghidupkan kembali pada tahun 2000-an, yang merupakan anak dari tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior Indonesia berdarah Jawa pada tahun 60-an Nien Lesmana.

Mira Lesmana
Mira lesmana scroundbites 2007.jpg
Nama lahirMira Lesmanawati
Lahir8 Agustus 1964 (umur 56)
Bendera Indonesia JakartaIndonesia
Pekerjaanproduser
Tahun aktif1995 - sekarang
HubunganIndra Lesmana (adik)
PasanganMathias Muchus (1990 - sekarang)
AnakGalih Galinggis
Kafka Keandre
Orang tua(Alm) Jack Lesmana
Nien Lesmana

Lulusan Institut Kesenian Jakarta yang dikenal sebagai produser bertangan dingin ini memulai kariernya di perusahaan periklanan. Pada tahun 1996 dia mendirikan Miles Productions, yang kemudian memproduksi beberapa film-film sukses seperti Ada Apa Dengan Cinta dan Petualangan Sherina serta Laskar Pelangi. Mira adalah kakak kandung dari musisi Indra Lesmana. Mira menikah dengan aktor Mathias Muchus.

daud jusuf


Wikipedia

Dr. Daoed Joesoef (lahir di MedanSumatra Utara8 Agustus 1926 – meninggal di Jakarta23 Januari 2018 pada umur 91 tahun) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari 1978 sampai 1983 dalam Kabinet Pembangunan III. Ia dilahirkan dari pasangan Moehammad Joesoef dan Siti Jasiah asal Jeron Beteng, Yogyakarta.[1] Dia menikah dengan Sri Sulastri dan dikaruniai seorang anak, Sri Sulaksmi Damayanti.

Daoed Joesoef
Daoed Joesoef portrait.jpg
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Ke-17
Masa jabatan
29 Maret 1978 – 19 Maret 1983
PresidenSoeharto
PendahuluSyarief Thayeb
PenggantiNugroho Notosusanto
Informasi pribadi
Lahir8 Agustus 1926
Bendera Belanda MedanHindia Belanda
Meninggal dunia23 Januari 2018 (umur 91)
Bendera Indonesia JakartaIndonesia
PasanganSri Sulastri
AnakSri Sulaksmi Damayanti

Daoed memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1959). Setelah itu ia meneruskan studinya ke Sorbonne, Prancis dan meraih dua gelar doktor, yakni Ilmu Keuangan Internasional dan Hubungan Internasional (1967) serta Ilmu Ekonomi (1973). Daoed Joesoef adalah salah seorang tokoh yang ikut mendirikan CSIS (Centre for Strategic and International Studies), sebuah tangki pemikir yang banyak dimanfaatkan sumbangannya oleh pemerintahan Orde Baru. Dalam kehidupan sehari-harinya, Daoed Joesoef mempunyai kegemaran melukis.

KontroversiSunting

Pada masa jabatannya sebagai menteri, Daoed Joesoef terkenal karena kebijakanya memperkenalkan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) yang intinya dimaksudkan untuk membersihkan kampus dari kegiatan-kegiatan berpolitik. Menurut Joesoef, kegiatan politik hanya boleh dilakukan di luar kampus, sementara tugas utama mahasiswa adalah belajar. Dengan kebijakannya ini, Joesoef menghapuskan Dewan Mahasiswa di universitas-universitas di seluruh Indonesia dan praktis melumpuhkan kegiatan politik mahasiswa.

Joesoef juga terkenal karena mengeluarkan keputusan yang melarang liburan pada masa bulan puasa.

Catatan kakiSunting

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Syarief Thayeb
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
1978–1983
Diteruskan oleh:
Nugroho Notosusanto


safrudin


Wikipedia

Syafruddin Prawiranegara

politisi Indonesia

Mr. Syafruddin Prawiranegara (Sundaᮯᮖᮢᮥᮓ᮪ᮓᮤᮔ᮪ ᮕᮢᮝᮤᮛᮔᮨᮌᮛ, atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara; lahir di SerangBanten28 Februari 1911 – meninggal di Jakarta15 Februari 1989 pada umur 77 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan, Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan pernah menjabat sebagai Ketua (setingkat presiden) Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Ia menerima mandat dari presiden Soekarno ketika pemerintahan Republik Indonesia yang kala itu beribu kota di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda akibat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948.[1][2][3] Ia kemudian menjadi Perdana Menteri bagi kabinet tandingan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra Tengah tahun 1958.

Syafruddin Prawiranegara
Sjafruddin Prawiranegara.jpg
Gubernur Bank Indonesia ke-1
Masa jabatan
1953–1958
PresidenSoekarno
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiLoekman Hakim
Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-3
Masa jabatan
4 Agustus 1949 – 20 Desember 1949
PresidenSoekarno
Perdana MenteriMohammad Hatta
PendahuluAdenan Kapau Gani
Setyadjit Soegondo
Wondoamiseno
Sjamsuddin
PenggantiAbdul Hakim
Ketua Pemerintah Darurat
Republik Indonesia
Masa jabatan
19 Desember 1948 – 13 Juli 1949
PendahuluSoekarno
PenggantiSoekarno
Menteri Keuangan Indonesia ke-5
Masa jabatan
2 Oktober 1946 – 26 Juni 1947
PresidenSoekarno
PendahuluSurachman Tjokroadisurjo
PenggantiAlexander Andries Maramis
Masa jabatan
6 September 1950 – 27 April 1951
PresidenSoekarno
PendahuluLoekman Hakim
PenggantiJusuf Wibisono
Menteri Perdagangan Indonesia ke-4
Masa jabatan
29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949
PresidenSoekarno
PendahuluAdenan Kapau Gani
PenggantiIgnatius Joseph Kasimo Hendrowahyono
Menteri Pertanian Indonesia ke-5
Masa jabatan
29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949
PresidenSoekarno
PendahuluAdenan Kapau Gani
PenggantiIgnatius Joseph Kasimo Hendrowahyono
Menteri Muda Keuangan Indonesia ke-1
Masa jabatan
12 Maret 1946 – 2 Oktober 1946
PresidenSoekarno
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiLoekman Hakim
Informasi pribadi
Lahir28 Februari 1911
Bendera Belanda SerangBantenHindia Belanda
Meninggal dunia15 Februari 1989 (umur 77)
Bendera Indonesia JakartaIndonesia
Partai politikMasyumi
PasanganTengku Halimah Syehabuddin Prawiranegara
Tanda tangan

Masa muda dan pendidikanSunting

Sjafruddin memiliki nama kecil "Kuding", yang berasal dari kata Udin pada nama Sjafruddin. Ia memiliki darah keturunan Banten dari pihak ayah dan Minangkabau dari pihak ibu. Buyutnya dari pihak ibu, Sutan Alam Intan, masih keturunan raja Pagaruyung di Sumatra Barat, yang dibuang ke Banten karena terlibat Perang Padri. Ia menikah dengan putri bangsawan Banten, melahirkan kakeknya yang kemudian memiliki anak bernama Raden Arsyad Prawiraatmadja. Ayah Syafruddin bekerja sebagai jaksa, tetapi cukup dekat dengan rakyat, dan karenanya dibuang oleh Belanda ke Jawa Timur.

Syafruddin menempuh pendidikan ELS pada tahun 1925, dilanjutkan ke MULO di Madiun pada tahun 1928, dan AMS di Bandung pada tahun 1931. Pendidikan tingginya diambilnya di Rechtshoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) di Jakarta (sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia) pada tahun 1939, dan berhasil meraih gelar Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Magister Hukum).

Pra-kemerdekaanSunting

Sebelum kemerdekaan, Syafruddin pernah bekerja sebagai pegawai siaran radio swasta (1939-1940), petugas pada Departemen Keuangan Belanda (1940-1942), serta pegawai Departemen Keuangan Jepang.

Setelah kemerdekaan Indonesia, ia menjadi anggota Badan Pekerja KNIP (1945), yang bertugas sebagai badan legislatif di Indonesia sebelum terbentuknya MPR dan DPR. KNIP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara.

Pemerintah Darurat RISunting

"Jadi, Pak Syaf adalah presiden yang menggantikan Bung Karno,? " tanya Kamil Koto.

"Tidak persis begitu. Secara tugas memang iya, tetapi saya lebih suka menyebutnya sebagai Ketua PDRI, bukan Presiden PDRI"

 – syafruddin Prawiranegara menjawab pertanyaan Kamil Koto. Buku "Presiden Prawiranegara" oleh Akmal Nasery Basral

Syafruddin adalah orang yang ditugaskan oleh Soekarno dan Hatta untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI), ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap pada Agresi Militer II, kemudian diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka, 1948. Hatta yang telah menduga Soekarno dan dirinya bakal ditahan Belanda segera memberi mandat Sjafruddin untuk melanjutkan pemerintahan, agar tak terjadi kekosongan kekuasaan.[3]

Atas usaha Pemerintah Darurat, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Perjanjian Roem-Royen mengakhiri upaya Belanda, dan akhirnya Soekarno dan kawan-kawan dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta. Pada 13 Juli 1949, diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. Serah terima pengembalian mandat dari PDRI secara resmi terjadi pada tanggal 14 Juli 1949 di Jakarta.

Jabatan pemerintahanSunting

Syafruddin Prawiranegara pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Kemakmuran. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada tahun 1946, Menteri Keuangan yang pertama kali pada tahun 1946 dan Menteri Kemakmuran pada tahun 1947. Pada saat menjabat sebagai Menteri Kemakmuran inilah terjadi Agresi Militer II dan menyebabkan terbentuknya PDRI.

Seusai menyerahkan kembali kekuasaan Pemerintah Darurat RI, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri RI pada tahun 1949, kemudian sebagai Menteri Keuangan antara tahun 1949-1950. Selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, pada bulan Maret 1950 ia melaksanakan pengguntingan uang dari nilai Rp 5 ke atas, sehingga nilainya tinggal separuh. Kebijaksanaan moneter yang banyak dikritik itu dikenal dengan julukan Gunting Syafruddin.

Syafruddin kemudian menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Indonesia yang pertama, pada tahun 1951. Sebelumnya ia adalah Presiden Direktur Javasche Bank yang terakhir, yang kemudian diubah menjadi Bank Sentral Indonesia.

Keterlibatan dalam PRRISunting

Pada awal tahun 1958, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia PRRI didirikan di Sumatra Tengah akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah karena ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi dan pengaruh komunis (terutama PKI) yang semakin menguat. Syafruddin diangkat sebagai Perdana Menteri PRRI dan kemudian membentuk Kabinet tandingan sebagai jawaban atas dibentuknya kabinet Ir Juanda di Jawa, tetapi PRRI tetap mengakui Soekarno sebagai Presiden PRRI, karena ia diangkat secara konstitusional.

PRRI segera ditumpas oleh pemerintahan pusat hingga pada bulan Agustus 1958, perlawanan PRRI dinyatakan berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta berhasil menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI. Keputusan Presiden RI No.449/1961 kemudian menetapkan pemberian amnesti dan abolisi bagi orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan, termasuk PRRI.

PolitikSunting

Pimpinan Masyumi (1960)

Masa tuaSunting

Syafrudin Prawiranegara memilih lapangan dakwah sebagai kesibukan masa tuanya. Namun berkali-kali bekas tokoh Partai Masyumi ini dilarang naik mimbar. Pada bulan Juni 1985, ia diperiksa sehubungan dengan isi khotbahnya pada hari raya Idul Fitri 1404 H di masjid Al-A'raf, Tanjung Priok, Jakarta. Dalam aktivitas keagamaannya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Korp Mubalig Indonesia (KMI). Kegiatan-kegiatannya yang berkaitan dengan pendidikan, keislaman, dan dakwah, antar lain:

  1. Anggota Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan & Pembinaan Manajemen (PPM), kini dikenal dengan nama PPM Manajemen(1958)
  2. Anggota Pengurus Yayasan Al Azhar/Yayasan Pesantren Islam (1978)
  3. Ketua Korps Mubalig Indonesia (1984-??)

Ia juga sempat menyusun buku Sejarah Moneter, dengan bantuan Oei Beng To, direktur utama Lembaga Keuangan Indonesia. Syafruddin Prawiranegara meninggal di Jakarta, pada tanggal 15 Februari 1989, pada umur 77 tahun. "Saya ingin mati di dalam Islam. Dan ingin menyadarkan, bahwa kita tidak perlu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada Allah".

KeluargaSunting

Syafruddin menikah dengan Tengku Halimah Syehabuddin. Mereka memiliki delapan orang anak:

  1. Siti Aisyah Prawiranegara menikah dengan Rusli Ganie, memiliki 4 orang anak: Siti Khadijah Ganie, Hidayatullah Ganie, Yasmine Ganie, dan Siti Nurul Hayati Ganie
  2. Salviyah Prawiranegara menikah dengan dr. Yudhanardhanarso Dawoed, memiliki 1 orang anak: Yupi Dawoed
  3. Chalid Prawiranegara menikah dengan Sri Murbaningsih, memiliki 2 orang anak: Syafruddin Prawiranegara dan Kamal Tjondro Prawiranegara
  4. Farid Prawiranegara menikah dengan Sri, memiliki 1 orang anak: Yuki, cucu ketiga belas lahir di Australia sebagai bayi tabung pertama keluarga Indonesia, 1981
  5. Chalidah Prawiranegara menikah dengan Lie Tjoan Sen, memiliki 2 orang anak: Nur'aini Wilinsen Prawiranegara dan Nurjannah Wilinsen Prawiranegara
  6. Faridah Prawiranegara menikah dengan Pardjaman, memiliki 3 orang anak: Takdirina Mira Setiasiwi Pardjaman, Amanda Tiara Pardjaman, Adam Pardjaman
  7. Rasjid Prawiranegara menikah dengan Sri Windu, memiliki 3 orang anak: Siti Hasanah Prawiranegara, Nurul Baiti Prawiranegara, dan Muhammad Iqbal Prawiranegara
  8. Jazid Prawiranegara menikah dengan Sri Kustiah Soebroto, memiliki 4 orang anak: Syarifah Prawiranegara, Fauzul Akmal Prawiranegara, Salviah Prawiranegara, Annisa Prawiranegara.

ReferensiSunting

  1. ^ Rasyid Ridho (25 Oktober 2014). "Syafruddin Prawiranegara, Presiden 207 Hari yang Terlupakan"sindonews.com. Diakses tanggal 19 Agustus 2015.
  2. ^ Badriah (01 Agustus 2006). "Sederhana Hingga Akhir Hayat:Obituari Halimah Syafruddin Prawiranegara"tempointeraktif.com. Diakses tanggal 19 Agustus 2015.
  3. ^ a b Akbar Tri Kurniawan (1 Maret 2011). "Novel Tentang Sjafruddin Prawiranegara Diterbitkan". Tempointeraktif via radiobuku.com. Diakses tanggal 19 Agustus 2015.

SumberSunting

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Jabatan baruMenteri Muda Keuangan Indonesia
1946
Diteruskan oleh:
Lukman Hakim
Didahului oleh:
Surachman Tjokrodisurjo
Menteri Keuangan Indonesia
1946–1947
Diteruskan oleh:
A. A. Maramis
Didahului oleh:
Lukman Hakim
Menteri Keuangan Indonesia
1949–1951
Diteruskan oleh:
Jusuf Wibisono
Didahului oleh:
Mohammad Natsir
Menteri Penerangan Indonesia
1948–1949
Diteruskan oleh:
Sjamsuddin
Jabatan pemerintahan
Jabatan baruGubernur Bank Indonesia
1953–1958
Diteruskan oleh:
Lukman Hakim

bs

LIHAT KE HALAMAN ASLI

Gustaaf Kusno

TERVERIFIKASI

Seorang pencinta bahasa, tapi bukan ahli bahasa; pencinta musik, tapi bukan musisi; pencinta kecantikan, tapi bukan ahli kecantikan; pecinta lelucon, tapi bukan pelawak! Menikah dengan dua anak, saat ini bertempat tinggal di Palembang.

Masih Ingatkah Anda Arti Singkatan Ini?

Data: 25 Juni 2015 01:27

13456313301969030760

[caption id = "attachment_201504" align = "aligncenter" width = "460" caption = "(ilust choura2yak.com)"] [/ caption]

Di kota-kota besar, kita masih sering melihat papan nama toko yang menjual aneka makanan dan minuman bertuliskan 'Toko P & D'. Adakah di antara Anda yang melihat singkatan dari apakah 'P & D' ini? Cukup sulit untuk menjawabnya, karena barangkali hanya generasi dari kakek nenek kita saja yang mengenalnya. Untuk tak berpanjang-lebar kata, saya jelaskan bahwa 'P & D' adalah singkatan dari ' Proviand & Drank ' yang maknanya adalah 'makanan dan minuman'. Dia adalah istilah bahasa Belanda yang tampaknya masih bertahan dipakai orang untuk melihat pada toko yang menjual sandang pangan. 

Ada pula singkatan 'lampu TL' untuk penyebutan lampu neon. Tahukah Anda singkatan dari istilah apa 'TL' ini? Jawabannya, dia adalah kependekan dari ' tube luminescent ' yang arti kamusnya 'tabung yang berpendar'. Di masa saya masih remaja, kalau pasangan laki-laki dan wanita sudah meresmikan pernikahan di catatan sipil, maka mereka disebut dengan 'sudah BS '. BS adalah singkatan dari ' Burgerlijk Stand ' yang diadakan oleh pemerintah Hindia Belanda dari tahun 1928 hingga Desember 1949. BS atau Catatan Sipil ini meregistrasi akte kelahiran, akte perkawinan dan akte kematian.

Ada pula singkatan yang hingga kini masih Anda jumpai pada produk-produk kosmetik dan kebersihan tubuh yaitu 'P & G'. Ini adalah singkatan dari 'Procter & Gamble', perusahaan multinasional yang dirintis oleh William Procter (pembuat lilin) ​​dan James Gamble (pembuat sabun) yang didirikan perusahaan di AS. Waktu saya kecil dahulu, ada juga limun orange crush (waktu itu kami melafalkannya dengan 'oranye krus') bernama F & N.Jadi kalau di restoran minta minuman botol ini, akan kami sebut dengan 'limun FN'. Dia adalah singkatan dari 'Fraser & Neave', perusahaan minuman yang didirikan di Singapura pada tahun 1882 oleh John Fraser dan David Neave. Entah, apakah minuman segar ini masih dijual, saya tak mengetahuinya.